Selasa, 27 April 2010

Perilaku Konsumen

Perilaku Konsumen adalah tingkah laku dari konsumen, dimana mereka dapat mengilustrasikan pencarian untuk membeli, menggunakan, mengevaluasi dan memperbaiki suatu produk dan jasa mereka. Focus dari perilaku konsumen adalah bagaimana individu membuat keputusan untuk menggunakan sumber daya mereka yang telah tersedia untuk mengkonsumsi suatu barang.Definisi lainnya adalah bagaimana konsumen mau mengeluarkan sumber dayanya yang terbatas seperti uang, waktu, tenaga untuk mendapatkan barang atau jasa yang diinginkan.
Pendapat para ahli:
• James F Engel et al (1994)
Tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi
dan menghabiskan produk dan jasa, termasuk proses keputusan yang
mendahului dan menyusuli tindakan ini.

• Schiffman dan Kanuk (1994)
memuaskan kebutuhan mereka.
Perilaku konsumen adalah proses keputusan dan aktivitas fisik
individu yang terlibat dalam mengevaluasi, mendapatkan,
menggunakan, atau memberikan barang dan jasa yang diperolehnya.
• Loudon dan Albert (1993)
Perilaku konsumen adalah proses keputusan dan aktivitas fisik
individu yang terlibat dalam mengevaluasi, mendapatkan,
menggunakan, atau memberikan barang dan jasa yang diperolehnya.
• Ujang Sumarwan (2000)
secara sederhana, studi perilaku konsumen meliputi hal-hal
sebagai berikut, Apa yang dibeli konsumen? (what they buy?),
mengapa konsumen membelinya? (why they buy it?), kapan
mereka membelinya? (when they buy it?), dimana mereka
membelinya? (where they buy itu?), berapa sering mereka
membelinya? (how often they buy itu?), berapa sering mereka
menggunakannya? (how often they use it?)
Analisis tentang berbagai faktor yang berdampak pada perilaku konsumen menjadi dasar dalam pengembangan strategi pemasaran. Ya, pemasar wajib memahami konsumen, seperti apa yang dibutuhkan, apa seleranya, dan bagaimana konsumen mengambil keputusan.
Pikiran Yang benar tentang konsumen:
• Konsumen adalah raja
• Motivasi dan Perilaku Konsumen
Dapat dimengerti Melalui Penelitian

Senin, 22 Februari 2010

Hukum Permintaan dan Penawaran Dalam Ilmu Ekonomi

Pengertian Permintaan dan Penawaran
Dalam Ilmu Ekonomi
Dalam setiap transaksi perdagangan pasti ada permintaan, penawaran, harga dan kuantitas yang saling mempengaruhi satu sama lain.

A. Pengertian/Arti Definisi Permintaan dan Penawaran

Permintaan adalah sejumlah barang yang dibeli pada suatu harga dan waktu tertentu. Sedangkan Penawaran adalah sejumlah barang yang dijual atau ditawarkan pada suatu harga dan waktu tertentu.
Contoh permintaan adalah di Toko Sepatu Mahkota Paris yang bertindak sebagai permintaan adalah pembeli sedangkan penjual(Toko Mahkota Paris) sebagai penawaran. Ketika terjadi transaksi antara pembeli dan penjual maka keduanya akan sepakat terjadi transaksi pada harga tertentu yang mungkin hasil dari tawar-menawar yang alot.

B. Hukum Permintaan dan Hukum Penawaran

Jika semua asumsi diabaikan (ceteris paribus) : Jika harga semakin murah maka permintaan atau pembeli akan semakin banyak dan sebaliknya. Jika harga semakin rendah/murah maka penawaran akan semakin sedikit dan sebaliknya.
Semua terjadi karena semua ingin mencari kepuasan (keuntungan) sebesar-besarnya dari harga yang ada. Apabila harga terlalu tinggi maka pembeli mungkin akan membeli sedikit karena uang yang dimiliki terbatas, namun bagi penjual dengan tingginya harga ia akan mencoba memperbanyak barang yang dijual atau diproduksi agar keuntungan yang didapat semakin besar. Harga yang tinggi juga bisa menyebabkan konsumen/pembeli akan mencari produk lain sebagai pengganti barang yang harganya mahal.

C. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Permintaan (Demand)

1. Perilaku konsumen / selera konsumen
2. Ketersediaan dan harga barang sejenis pengganti dan pelengkap
3. Pendapatan/penghasilan konsumen
4. Perkiraan harga di masa depan
5. Banyaknya/intensitas kebutuhan konsumen

D. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Penawaran (Suply)

1. Biaya produksi dan teknologi yang digunakan
2. Tujuan Perusahaan
3. Pajak
4. Ketersediaan dan harga barang pengganti/pelengkap
5. Prediksi / perkiraan harga di masa depan

Hukum Permintaan

Di dalam hukum permintaan yang timbal balik ini, baik permintaan maupun penawaran, keduanya menentukan jumlah barang yang dijual dan dibeli serta tingkat harganya. Alfred Marshall membandingkan permintaan dan penawaran dengan bagian atas dan bawah dari sebuah gunting, di mana keduanya itulah yang melakukan pemotongan.
Menurut John Stuart Mill diperlukan banyak informasi untuk menentukan tingkat harga. Sebagai tambahan terhadap biaya-biaya produksi diperlukan data-data mengenai permintaan. Harga di dalam perdagangan internasional ditentukan oleh Hukum Permintaan yang Timbal Balik.

Hukum tersebut tidak akan berlaku apabila perdagangan berlangsung antara suatu negara besar dengan suatu negara kecil, karena tingkat harga di negara besarlah yang akan berlaku. Akan tetapi dalam hal permintaan dan penawaran negara lain, maka akan berlaku hukum tersebut untuk menentukan harga dalam perdagangan yang akan dilangsungkan.

Teori dari hukum permintaan timbal balik dari Mill tersebut oleh Marshall dan Edgeworth diterangkan dengan menggunakan kurva yang disebut ”Kurva Pengorbanan”. Di dalam gambar 1a, kita lihat bahwa perbandingan harga antara barang X dan barang Y serupa dengan kurva kemungkinan produksi pada biaya konstan, tetapi mempersoalkan suatu jumlah harga Y, ini diperlihatkan olehslope kurva yang negatif.

Pengertian Ekonomi

Kata "ekonomi" berasal dari bahasa Yunani yaitu: Oiκος (oikos) yang berarti "keluarga, rumah tangga" sedangkan νόμος (nomos) berarti peraturan, aturan, hukum," dan secara garis besar Ekonomi bisa diartikan sebagai "aturan dalam rumah tangga" Ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran. Inti permasalahan ekonomi adalah terdapat ketidakseimbangan antara kebutuhan dari manusia yang tidak terbatas sedangkan alat/sarana untuk memenuhi kebutuhan tersebut sangatlah terbatas. Hal ini kemudian menimbulkan ketidakseimbangan. Jadi Ekonomi adalah sistem aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi, pertukaran, dan konsumsi barang dan jasa.

A. Produksi
Produksi adalah suatu kegiatan yang menghasilkan output dalam bentuk barang maupun jasa. Contoh : pabrik ban yang memproduksi ban, tukang pijet yang memberikan pelayanan jasa pijat dan urut kepada para pelanggannya, dan lain sebagainya.

B. Distribusi
Distribusi adalah kegiatan menyalurkan atau menyebarkan produk barang atau jasa dari produsen kepada konsumen pemakai. Perusahaan atau perseorangan yang menyalurkan barang disebut distributor. Contoh distribusi seperti distributor barang elektronik, penyalur pembantu, dan lain-lain.

C. Konsumsi
Konsumsi adalah suatu aktifitas memakai atau menggunakan suatu prosuk barang atau jasa yang dihasilkan oleh para produsen. Perusahaan atau perseorangan yang melakukan kegiatan konsumsi disebut konsumen. Contoh konsumsi dalam kehidupan kita sehari-hari seperti membeli sepatu di took sepatu dan sebagainya.
Orang menggunakan konsep ekonomi dan data dalam bekerja disebut Ahli Ekonomi (Ekonom). Sedangkan Ilmu yang mempelajari ekonomi disebut sebagai ilmu ekonomi.

Pembagian Ilmu Ekonomi:
ilmu ekonomi berdasarkan strukturnya dibagi 2
1. ilmu ekonomi deskriptif adalah ilmu yang hanya bertugas mengumpulkjan data dari realita fakta, dan disimpulkan secara sederhana

2. teori ekonomi  menarik kesimpulan dari data yang telah terkumpul
ekonomi terapan  menjawab pertanyaan dari data

ilmu ekonomi berdasarkan sifatnya dibagi 2
1 ilmu ekonomi positif adalah ilmu ekonomi yang mempelajari perilaku2 ekonomi yang seharusnya terjadi

2. ilmu ekonomi positif adalah ilmu ekonomi yang mempelajari perilaku2 manusia berdasarkan fakta, data, dan realita yang ada.

Minggu, 27 Desember 2009

Peran Gaya Kepemimpinan Dalam Suatu Organisasi

Karakteristik Seorang Pemimpin Menurut Stephen R. Coney :
a. Seorang yang belajar seumur hidup
b. Berorientasi pada pelayanan
c. Membawa energi yang positif, diantaranya:
• Percaya pada orang lain
• Keseimbangan dalam kehidupan
• Melihat kehidupan sebagai sebuah tantangan
• Mampu bersinergi
• Melakukan latihan mengembangkan diri sendiri
Hal – hal yang mempengaruhi kesuksesan seorang pemimpin menurut Keith Davis :
• Kecerdasan (intellegence)
• Motifasi diri dan dorongan berprestasi
• Kedewasaan social dan hubungan social yang luas
• Sikap hubungan mausiawi

Gaya Kepemimpinan
Teori – teori
• Teori Genetis (Keturunan)
Dalam teori ini disebutkan “Leader are born and nor made” (pemimpin itu dilahirkan (bakat) bukannya dibuat).
• Teori Sosial
Teori ini menyatakan “Leader are made and not born” (pemimpin itu dibuat atau dididik bukannya di kodrati).
• Teori Ekologis
Teori ini merupakan gabungan dari segi-segi positif teori yang terdahulu. Menurut teori ini seseorang hanya akan menjadi seorang pemimpin yang baik apabila pemimpin tersebut memiliki bakat kepemimpinan dan bakat yang dimilikinya tersebut dikembangkan melalui pendidikan yang teratur serta pengalaman yang memungkinkan untuk dikembangkan lebih lanjut lagi.

Tipologi Kepemimpinan
a. Tipe Otokratis
Ciri - ciri :
• Semua penentuan kebijaksanaan dilakukan oleh pemimpin
• Pemimpin biasanya mendikte tugas kerjasama setiap anggota
• Tidak mau menerima kritik, saran dan pendapat
• Dalam mengambil tindakan mengandung unsur paksaan dan bersifat menghukum

b. Tipe Militeristis
Ciri - ciri :
• Dalam menggerakan bahan sering menggunakan system perintah
• Menuntut disiplin yang tinggi dan kaku terhadap bawahan
• Sukar menerima kritikan dari bawahannya
• Menggemari upacara-upacara dalam berbagai keadaan

c. Tipe Paternalistik
Ciri - ciri :
• Selalu menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak dewasa
• Jarang memberikan kesempatan pada bawahannya untuk mengambil inisiatif
• Sering bersikap maha tahu
• Jarang memberi kesempatan kepada bahannya untuk mengambil suatu keputusan

d. Tipe Demokrasi
Ciri - ciri :
• Semua kebijaksanaan dilakukan oleh kelompok diskusi dan keputusan diambil dengan dorongan serta bantuan pemimpin
• Selalu berusaha mengutamakan kerjasama dan teamwork dalam mencapai tujuan (Musyawarah)
• Para anggota diberi kebebasan dengan siapa mereka akan bekerjasama dan pembagian tugas ditentukan oleh kelompok.
• Selalu berusah mengembangkan kapasitas dirinya sebagai pemimpin

Selasa, 02 Juni 2009

manfaat bermain sepak bola..........

Manfaat bermain serta menonton sepak bola

Mungkin sebagian dari kita hanya memandang sebelah mata tentang permainan sepak bola, kita hanya menganggap bahwa bermain game itu hanyalah sebuah permainan biasa, padahal dalam permainan itu terdapat manfaat yang sangat berguna bagi para penikmat games itu sendiri. Dan oleh sebab itu maka pada kesempatan kali ini saya akan membahas beberapa manfaat bermain games bagi para pemainnya.

Untuk yang pertama kita lihat manfaat dari permainan games sepak bola, kalau dilihat permainan sepak bola, para pemain games dituntut harus mempunyai permainan yang terorganisasi, serta taktik dan strategi yang harus disiapkan terlebih dahulu sebelum permainan. Para pemain game harus jeli memanfaatkan peluang untuk mencetak gol sekecil apapun peluang itu, serta harus mengetahui kapan waktunya harus melakukan serangan dan kapan harus bertahan. Dan tentu saja yang tidak kalah pentingnya adalah kepemimpinan wasit dilapangan.

Dilihat dari pola permainan sepak bola tadi ini tidak jauh berbeda dengan apa yang dilakukan setiap orang yang tergabung dalam suatu organisasi atau pun yang tergabung dalam suatu perusahaan. Dalam suatu perusahaan misalnya, seorang pengusaha dituntut agar bisa memanfaatkan peluang bisnis yang ada sekecil apapun itu. (seperti jeli seorang stiker memanfaatkan peluang untuk mencetak gol), dan juga seorang pengusaha dituntut jeli mengambil suatu keputusan (layaknya seorang pelatih dalam menerapkan taktik kapan waktunya harus melakukan serangan dan kapan harus bertahan). dan seorang pengusaha harus bisa memimpin perusahaannya dengan baik. (sebagaimana kepemimpinan wasit dilapangan dalam memimpin permainan sepak bola).
Demikian penulisan saya ini semoga memberi manfaat bagi para pembaca tulisan ini dan penulis mengharapkan kritik dan sarannya.